Lilin Kecil dan Bintang Malam
Sepenggal perasaan hati sepasang kekasih, sebut saja Lilin dan Bintang.
Disaat hati dan perasaan Bintang diselimuti kegelapan, datanglah Lilin yang mencoba untuk menerangi diatas kegelapan hati bintang, walaupun lilin sendiri sadar bahwa cahayanya tak seterang cahaya Bintang dan dia juga sadar bahwa satu waktu akan padam diterpa angin yang berhembus disekelilingnya. Namun semua itu tak mengurungkan niat Lilin untuk tetap memberikan terangnya kepada Bintang.
Satu hari ketika Bintang mulai menampakkan cahayanya, dia berkata kepada Lilin "kamu adalah lilin dan aku adalah bintang, kita punya cahaya yang bisa menerangi. Mulai sekarang kita bersama-sama menerangi dunia dan kita saling memberi terang. Bila aku redup kamu yang menerangi dan bila kamu yang redup, aku yang akan menerangi, tapi kita sama-sama jaga agar terang itu selalu ada di samping kita. Jangan pernah kita berpisah untuk selamanya". Lilin pun sejenak terdiam dan dia memenuhi apa yang diminta oleh Bintang.
Selang waktu berganti, cahaya Bintang pun mulai menjauh, itu membuat Lilin mulai gundah, gelisah dan merapuh, dia putus asa karena Bintang perlahan meninggalkan dia. Cahaya di sekelilingnya pun juga semakin ikut meredup, "sendiri" mungkin itulah kata yang tepat untuk menggambarkan perasaan hati Lilin saat itu.
Namun semakin lama Lilin pun semakin tersadar bahwa semua yang terjadi cuma suatu kesalahan. Dia tak boleh egois dan tak boleh berputus asa karena sudah ditinggalkan Bintang. Akhirnya dia memutuskan untuk tetap bertahan dan selalu memberi terang bagi orang-orang disekelilingnya dalam sisa-sisa waktu hidupnya. Meski dia harus berjuang sendiri memancarkan terang tanpa ada kehadiran Bintang lagi sisinya.
Dalam kesendiriannya dia selalu menunggu dan berharap bahwa Bintang akan kembali memancarkan sinarnya disamping Lilin, sebelum dia padam.
Satu hari ketika Bintang mulai menampakkan cahayanya, dia berkata kepada Lilin "kamu adalah lilin dan aku adalah bintang, kita punya cahaya yang bisa menerangi. Mulai sekarang kita bersama-sama menerangi dunia dan kita saling memberi terang. Bila aku redup kamu yang menerangi dan bila kamu yang redup, aku yang akan menerangi, tapi kita sama-sama jaga agar terang itu selalu ada di samping kita. Jangan pernah kita berpisah untuk selamanya". Lilin pun sejenak terdiam dan dia memenuhi apa yang diminta oleh Bintang.
Selang waktu berganti, cahaya Bintang pun mulai menjauh, itu membuat Lilin mulai gundah, gelisah dan merapuh, dia putus asa karena Bintang perlahan meninggalkan dia. Cahaya di sekelilingnya pun juga semakin ikut meredup, "sendiri" mungkin itulah kata yang tepat untuk menggambarkan perasaan hati Lilin saat itu.
Namun semakin lama Lilin pun semakin tersadar bahwa semua yang terjadi cuma suatu kesalahan. Dia tak boleh egois dan tak boleh berputus asa karena sudah ditinggalkan Bintang. Akhirnya dia memutuskan untuk tetap bertahan dan selalu memberi terang bagi orang-orang disekelilingnya dalam sisa-sisa waktu hidupnya. Meski dia harus berjuang sendiri memancarkan terang tanpa ada kehadiran Bintang lagi sisinya.
Dalam kesendiriannya dia selalu menunggu dan berharap bahwa Bintang akan kembali memancarkan sinarnya disamping Lilin, sebelum dia padam.
Komentar
Posting Komentar